Hari Biasa, Pekan Biasa V.
Bacaan Liturgi: Kej. 2:4b-9,15-17; Mrk. 7:14-23.

“Hati yang kotor: sumber kenajisan”

Yesus berkata kepada para murid-Nya bahwa apa pun dari luar, yang masuk dalam diri seseorang,

"Hati yang kotor: sumber kenajisan"

tidak menajiskan dia. Sebab semua yang dari luar tidak masuk dalam hati seseorang, tetapi ke dalam perutnya lalu dibuang di jamban. Tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya. Sebab dari hati, muncul semua yang jahat.

Yesus mengajarkan kepada para murid tentang prinsip dasar penilaian moral. Suatu perbuatan dikatakan baik atau tidak baik, dosa atau tidak dosa bersumber dari hati seseorang. Maka seseorang dikatakan najis, bukan karena makanan dan minuman yang ditelan, melainkan pada sikap hati. Semua yang jahat yang bersumber dari hati yang kotor itulah yang membuat seseorang itu najis. Yesus menyebutkan perbuatan jahat yang menajiskan seseorang, seperti: pezinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan dan kebebalan. Maka hendaknya kita memelihara sikap hati kita dengan baik agar hidup kita dijauhkan dari perbuatan yang mengotori hidup kita.

Selamat pagi dan selamat beraktifitas dalam kasih dan lindungan Tuhan.

Salam dan doaku.
Rm. Alo Matruty, Pr.