"Kesaksian yang berbuah Kemartiran"

“Kesaksian yang berbuah Kemartiran”

Pw. S. Paulus Miki, Imam, dkk. Martir.
Bacaan Liturgi: Ibr. 13:1-8; Mrk 6:7-13.

“Kesaksian yang berbuah Kemartiran”

Raja Herodes mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal. Orang mengatakan bahwa Yesus adalah Yohanes yang telah bangkit. Informasi ini menimbulkan pertanyaan bagi Herodes. Sebab Yohanes telah dipenggal kepalanya pada pesta ulang tahun Herodes. Peristiwa ini terjadi sebagai ungkapan balas dendam. Sebab Yohanes pernah menegur Herodes karena mengambil Herodias, istri saudaranya Filipus sebagai isterinya.

Apa yang dilakukan oleh Yohanes merupakan sebuah bentuk kesaksian yang pada akhirnya berbuah kemartiran. Kematiannya menjadi rintisan bagi karya keselamatan yang dibawa oleh Yesus. Demikianlah setiap murid dipanggil untuk memberikan kesaksian tentang keyakinan akan kebenaran imannya. Kenyataan menunjukkan bahwa kesaksian para murid telah banyak membuahkan kemartiran. Apa yang dialami oleh Santo Paulus Miki dan kawan-kawannya adalah buah dari kesaksian mereka. Darah para martir telah merintis jalan bagi pertumbuhan dan perkembangan Kerajaan Allah di mana-mana. Kiranya kita semua tidak lari dari kenyataan ini, bila kesaksian hidup kita sebagai orang kristen, pada akhirnya berbuah kemartiran.

Selamat pagi dan selamat beraktifitas dalam kasih dan lindungan Tuhan.

Salam dan doaku.
Rm. Alo Matruty, Pr.

</div>