"Tuhanlah Kekuatan Perutusan"


“Tuhanlah Kekuatan Perutusan”


Pw. Santa Agata, Perawan dan Martir.
Bacaan Liturgi: Ibr. 12:18-19, 21-24; Mrk. 6:7-13.

“Tuhanlah Kekuatan Perutusan”

Yesus mengutu keduabelas rasul berdua-dua. Mereka diberi kuasa atas roh-roh jahat dan bepersan supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, serta syarat-syarat lainnya. Maka pergilah para rasul itu, lalu memberitakan pertobatan, mengusir banyak setan, mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

Kesediaan para rasul untuk meninggalkan segalanya dan mengikuti Yesus, kini menjadi sebuah tuntutan dalam kisah perutusan mereka. Syarat-syarat yang menyertai perutusan para rasul ini dimaksudkan agar mereka selalu mengandalkan Tuhan dan agar kuasa yang diberikan oleh Yesus sungguh-sungguh bekerja secara efektif dalam diri mereka. Sikap mengandalkan kekuatan diri sendiri atau materi justru hanya akan menjerumuskan orang untuk jatuh pada kuasa setan yang ditimbulkan olehnya. Kuasa setan itu mewujud dalam materialisme dan turunannya, seperti konsumerisme dan hedonisme serta kejahatan lainnya. Maka, dalam menghayati karya perutusan Tuhan, kita pun perlu waspada agar tidak terlena dan jatuh dalam mentalitas dan sikap ini. Dalam segalanya kita terbuka terhadap kehadiran Tuhan dan memberi ruang bagi kuasa-Nya untuk bekerja dalam diri kita. Sebab Dialah kekuatan kita.
 

Selamat pagi dan selamat beraktifitas dalam kasih dan lindungan Tuhan.

Salam dan doaku.
Rm. Alo Matruty, Pr.