Persembahan Diri

Persembahan Diri

Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah.
Bacaan Liturgi: Ibr. 2:14-19; Luk. 2:22-40.

“Persembahan Diri”

Yusuf dan Maria mengantar kanak-kanak Yesus ke Bait Allah di Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan. Mereka juga mempersembahkan dua ekor burung tekukur dan dua ekor burung merpati. Dalam bimbingan Roh Kudus, Simeon datang ke Bait Allah; begitu juga Hana. Kehadiran kanak-kanak Yesus dan orang tua-Nya disambut dengan penuh sukacita oleh Simeon dan Hana yang sudah lama menantikan kedatangan Mesias. 

Sebagai orang tua, Yusuf dan Maria mengikuti ketetapan tentang korban Perjanjian Lama yang diatur dalam hukum Taurat Musa . Namun peristiwa Yesus dipersembahkan di Bait Allah yang kita pestakan hari ini menunjuk pada aspek yang paling pokok dari hidup Yesus sendiri. Pada hakekatnya, seluruh hidup Yesus menjadi suatu persembahan bagi Tuhan dan bagi sesama. Korban Yesus di kayu salib merupakan penggenapan atas kurban dan persembahan diri-Nya. Itulah kurban Perjanjian Baru yang kita rayakan dalam Ekaristi Kudus. Setiap kali kita merayakannya, kita dikuatkan untuk menghayati seluruh hidup kita juga sebagai persembahan dan korban bagi Tuhan dan sesama.

Selamat pagi dan selamat memasuki pekan yang baru ini dalam kasih dan lindungan Tuhan.

Salam dan doaku.
Rm. Alo Matruty, Pr.