PUISI MOTHER TERESA

Suster Teresa

*Dalam keheningan perjalanan pertama yang sangat jauh meninggalkan (Loreto) menuju Benggala Indiaselama lima pekan. Pada 6 Januari 1929ketika kegembiraan dan kesedian bercampur aduk dalam hatinya menyalurkan perasaannya dalam sebuah puisi:

~SELAMAT TINGGAL~

Kutinggalkan rumahku yang kusayangi

Dan tanah kelahiranku yang permai

Ke Benggala yang panas dan gersang

Nun jauh di pantai sana.

Kutinggalkan teman-teman lamaku

Kutinggalkan keluargaku dan rumahku

Hatiku menghelaku ke depan

Tuk melayani Kristusku.

Selamat tinggal bunda terkasih

Semoga Tuhan Senantiasa bersamamu

Kuasa yang lebih tinggi menghendaki aku

Tuk pergi ke India yang panas dan kering.

Kapal bergerak perlahan-lahan ke depan

Meninggalkan buih-buih ombak di buritan,

Ketika untuk terakhir kalinya kepandang

Pantai Eropa tersayang di sana.

Berdiri dengan berani di geladak

Dalam kegembiraan, dalam kedamaian hati,

Kebahagiaan murid kecil Kristus

Calon mempelai-Nya yang baru.

Di tangannya sebuah Salib besi 

Tempat sang Juru Selamat bergantung,

Sementara jiwanya masih bergejolak

Merenungkan pengorbanan pedihnya.

“YA Tuhan, terimalah pengorbanan ini

Sebagai tanda cintaku,

Tolonglah aku ciptaan-Mu

Untuk memuliakan nama-Mu!

Sebagai balasan, aku hanya meminta-Mu,

Bapa kami semua yang paling baik:

“Perkenankan aku menyelamatkan setidaknya

Satu jiwa Yang telah Engkau ketahui”.

Sehalus dan semurni embun musim panas

Air mata hangatnya yang lembut mulai mngalir,

Mnyiram dan menyucikan

Pengorbanannya yang memedihkan.

(Mother Teresa)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s